“Siapa yang paling lo yakin di bagian ini?” “Lo.” Jawab sahabatku dgn rokok yang kandas di penghujung bibirnya. “Kenapa lo yakin gue?” “Karena lo gak pernah bohongin ambo Jawabannya membuatku tersenyum, lalu tertawa geli. telah sehebat itu keyakinannya bahwa saya tidak sempat membohonginya. “Tahu darimana gue gak pernah bohongin lo?” “Just believe. Faith.” “Kamu yakin Tuhan itu ada?” Dia berdiam diri kali ini. laki laki setinggi 187 centi meter bersama tidak sedikit tattoo menyudahi tubuhnya dan beberapa tindikan di wajahnya, kata - kata diam seketika saat ku tanya keyakinannya hal Tuhan. dirinya membawa rokok yg terbengkalai di cerita penutup bibirnya, menjempitnya di sela jari-jari lalu menghembuskan sisa asap rokok ke udara. Dia tersenyum mungil menatapku dgn perhatian “ayolah”. mata kecoklatan itu kelihatan lowong tidak ada ampas kelebihan kehidupan disana. “Sepertinya sudah berapa kali ane ngasih tahu lo aspek ini.” menurutnya bersama senyum yg memilukan. “M...